Meet Our Home Buddies: Ayu Larasati

Seiring waktu berjalan, kita semakin sering menghabiskan waktu di rumah. Bekerja, memasak, bermain, belajar, relaksasi. Semua. Kita bersama-sama mencari cara-cara paling ampuh untuk bertahan di tengah situasi yang serba tak pasti dan penuh kejutan sekarang. Bagi SARE/ studio, kami melakukannya dengan menghabiskan waktu serta kegiatan bersama dengan home buddies favorit. Dan kami ingin membagikan pengalaman itu dengan kalian semua lewat seri Meet Our Home Buddies.

Dalam edisi keempat serial artikel ini kami ingin memperkenalkan Anda dengan Ayu Larasati, brand keramik artisan yang mengedepankan craftmanship serta kerafian alam dalam produknya. Ketahui lebih jauh cerita di balik Ayu Larasati lewat wawancara berikut.

 

Ceritakan awal mula membuat barang-barang keramik?

Awalnya, saya mengikuti kelas pembuatan keramik di kampus sebagai salah satu program pilihan. Setelah lulus, kemudian saya bekerja sebagai desainer produk/ Saat itu saya menyadari kesukaan saya membuat sesuatu dengan tangan sendiri. Jadi pelan-pelan saya mulai rajin berlatih membuat keramik di waktu senggang sembari tetap menjalani pekerjaan tetap saya. 

Sampai pada 2014 saya akhirnya memutuskan untuk berhenti dan mulai merintis studio keramik saya sendiri. Enam tahun berjalan, dan studio saya sudah berkembang dengan cukup pesat. Dalam perjalanannya kami bertemu dan berkolaborasi dengan banyak studio lainnya. Pun, para pemilik bisnis kecil, dan artisan lokal maupun internasional.

Apa yang menentukan kualitas keramik? 

Keramik yang dibuat dengan tangan selalu adalah keramik yang baik. Proses pembuatan menggunakan tangan sesungguhnya belum banyak berubah sejak masa-masa awal peradaban kita. Namun, perkembangan zaman dan masyarakat kita lantas mengubah skala produksi keramik kita. Dari artisan menjadi produksi massal yang datang dengan konsekuensinya: proses pembakaran yang lebih sebentar, manipulasi mineral, lempung, dan pelitur turut menurunkan kualitas keramik yang dihasilkan.

Sementara, keramik buatan tangan tetap mempertahankan cara-cara tradisional dan meminimalisasi intervensi dari manusia. Mengedepankan material-material alami, seperti api, air, dan tanah.

 

Apa yang membuatmu jatuh cinta dengan keramik?

Selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari untuk meningkatkan kemampuan membuat keramik. Ketika kita pikir sudah menguasai teknik tertentu, kemudian akan ada tantangan baru. Dan itu bukanlah hal yang bisa dipelajari secara singkat. Membuat keramik adalah proses penuh kesabaran, waktu, dan langkah-langkah kecil untuk akhirnya betul-betul memahami prosesnya. 

Saya rasa tantangan untuk terus mengatasi segala dan menghadapi berbagai kesulitan dalam proses memahami keramik membuat saya terus maju. Di setiap proses pembuatan keramik, saya mempelajari satu lagi kemampuan baru. Mulai dari membentuk, membuat pelitur, melapisi pelitur, dan terakhir membakarnya hingga menjadi tembikar. Masing-masing punya karakteristiknya. You have to love the process of making ceramics to make this vocation works for you.

Ceritakan kepada kami seni dari proses pembuatan keramik…

Membuat keramik itu sama dengan bekerja dengan serpihan alam. Pada akhirnya, keramik berasal dari potongan tanah yang kita olah, jadi tentu saja karakternya akan mirip. Seninya kemudian adalah menerima perbedaan kualitas dari setiap bahan baku yang ada. Lempung yang kita miliki hari ini belum tentu akan sama dengan lempung yang akan kita punya minggu atau bulan depan.

Begitu pula dengan mineral dan pelitur. Maka hasilnya pun akan selalu sedikit berbeda setiap kali. Menerima fakta lapangan ini adalah tantangan besar dalam bisnis dan produksinya. Sebab kita diharapkan bisa menghasilkan hasil yang sebisa mungkin sama demi efisiensi dan keperluan katalog. Jadi alam kadang kala bekerja bertentangan dengan apa yang dianggap baik bagi bisnis. Maka seninya adalah untuk menemukan titik tengah antara keduanya. Sehingga ktia bisa mendapatkan fleksibilitas yang secara alami menjadi bagian inklusif dalam proses pembuatan keramik sembari tetap mengakomodasi kebutuhan bisnis.

 

Dapatkan keramik buatan Ayu Larasti di #SAREdiRumah Shop.

Ayu Larasati mengenakan Banda Rayon Jumpsuit in Zebra.